kisi-kisi USBN PAI

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR ( USB PAI SD )
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

NO STANDAR KOMPETENSI KEMAMPUAN YANG DIUJI INDIKATOR NO SOAL
1 Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan Membaca QS Al Fatihah dengan benar Disajikan satu ayat Surah Al Fatihah, peserta didik dapat menentukan hukum tajwid pada kalimat yang digaris bawahi 1
Membaca QS Al Kautsar dengan benar Disajikan Surat Al Kausar yang belum lengkap, Peserta didik dapat melengkapi ayat surat al kautsar dengan benar 2
Membaca QS Al Lahab dengan benar Disajikan beberapa ayat surat pendek pilihan, Peserta didik dapat menentukan bacaat ayat surat Al Lahab 3
Membaca QS Al Kafirun dengan benar Disajikan satu ayat surat Al Kafirun, Peserta didik dapat menentukan hukum bacaan pada kalimat yang digaris bawahi 4
Mengartikan Al-Qur’an surat pendek pilihan Mengartikan QS Al Ma’un dengan benar Disajikan satu ayat surat Al Mau’n, Peserta didik dapat menentukan arti ayat tersebut 5
Mengartikan QS Al Qadr dengan benar Disajikan beberapa arti ayat surat pilihan, Peserta didik dapat menentukan arti dari ayat surat Al-Qadar 6
Mengartikan QS Al Qadr dengan benar Disajikan surat Al Qadar ayat ke-2. Peserta didik dapat menentukan arti dari ayat tersebut 7
Mengartikan QS Al Alaq dengan benar Disajikan satu ayat surat Al-‘Alaq. Peserta didik dapat menentukan arti ayat tersebut 8
Mengartikan A-Qur’an ayat-ayat pilihan Mengartikan QS Al Maidah ayat 3 dengan benar Disajikan wahyu terakhir Surat Al Maidah ayat 3. Peserta didik dapat menentuakan arti kalimat yang digarisbawahi 9
Mengartikan QS Al Hujurat ayat 13 dengan benar Disajikan arti ayat 13 dari surat Al Hujurat Peserta didik dapat menentukanayat yang tepat 10
2 Mengenal sifat jaiz Allah SWT Mengartikan sifat jaiz Allah SWT. Disajikan dekripsi sifat-sifat Allah SWT. Peserta didik dapat menentukan pengertian sifat jaiz Allah SWT 11
Mengenal Malaikat dan tugasnya Disajikan beberapa nama malaikat dan tugasnya dalam tabel yang belum lengkap 12
Menyebutkan tugas-tugas Malaikat. Peserta didik dapat menentukan nama malaikat sesuai dengan tugasnya 13
Mengenal kitab-kitab Allah SWT Menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir Disajikan pengertian Kitab Allah SWT. Peserta didik dapat menunjukkan pengertian Kitab Allah yang terakhir. 14
Mengenal Rasul-rasul Allah SWT Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rosul Disajikan beberapa nama Nabi dan Rasul Allah. Peserta didik dapat mengidentifikasi rosul yang mendapat gelar ulul azmi 15
Membedakan nabi dan rasul. Menentukan perbedaannya Disajikan ciri-ciri Nabi dan Rasul Allah SWT. Peserta didik dapat menentukan perbedaannya 16
Meyakini adanya Hari Akhir Menyebutkan nama-nama Hari Akhir Disajikan deskripsi tentang hari akhir. Peserta didik dapat menunjukkan nama 17
Menyebutkan tanda-tanda Hari Akhir Disajikan beberapa peristiwa sehari-hari. Peserta didik dapat menentukan kiamat kecil. 18
Disajikan beberapa peristiwa. Peserta didik dapat menentukan tanda-tanda kiamat besar yang sesuai 19
Meyakini adanya Qadha dan Qadar Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar Disajikan beberapa kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didikdapat menentuakan contoh qadha dan qadar dengan tepat 20
Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar Disajikan kisah kehidupan seseorang. Peserta didik dapat menentukan sikap yang benar dalam menerima qadar Allah SWT 21
Qadha dan Qadar. sikap yang benar dalam menerima qadar Allah SWT. 22
3 Menceritakan kisah nabi Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW Disajikan narasi kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peserta didik dapat menentukan hal-hal yang berkaitan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad 23
Menceritakan kisah Nabi Ismail AS Disajikan kisah Nabi Ismail AS. Peserta didik dapat menunjukkan peristiwa bersejarah didalamnya 24
Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS Disajikan beberapa kisah nabi. Peserta didik dapat menentukan kejadian yang dialami Nabi Ayyub AS. 25
Menceritakan kisah Nabi Musa AS Disajikan mu’jizat para nabi. Peserta didik dapat menentukan mu’jizat Nabi Musa AS 26
Menceritakan kisah sahabat nabi Menceritakan kisah Umar bin Khattab RA Disajikan keberhasilan perjuangan Khulafaurrasyidin. Peserta didik dapat mengidettifikasi keberhasilan Khalifah Umar bin Khattab RA 27
Menceritakan kisah Abu Lahab, Abu jahal dan Musailamah Al Kadzab Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal Disajikan narasi kisah Abu Lahab. Peserta didik dapat menunjukan kejahatan yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad SAW 28
Menceritakan perilaku Musailamah Al Kadzab Disajikan narasi kisah Musailamah Al Kazab. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku tercelanya 29
Menceritakan kisah kaum muhajirin dan Ansor Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin dan Anshor Disajikan narasi tentang kaum Muhajirin. Peserta didik dapat menentukan sahabat yang berhijrah bersama Rasulullah 30
Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin dan Anshor Disajikan cerita kaum Muhajirin. Peserta didik dapat menunjukkan sebab terjadinya hijrah 31
Disajikan cerita Kaum Ansar. Peserta didik dapat menentukan perjuangan Kaum Ansar 32
4 Membiasakan perilaku terpuji Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW Disajikan kisah Nabi Muhammad SAW pada masa kanak-kanak. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku Rasullah yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 33
Meneladani perilaku Nabi Ibrahim, AS Disajikan cerita kehidupan Nabi Ibrahim AS. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku Nabi Ibrahim AS yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 34
Meneladani perilaku Nabi Musa AS Disajikan cerita kehidupan Nabi Musa AS. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku Nabi Musa AS yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 35
Meneladani perilaku Nabi Ayub AS Disajikan cerita tentang kehidupan Nabi Ayub AS. Peserta didik dapat menunjukkan prilaku Nabi Ayub yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 36
Meneladani perilaku Khalifah Abu Bakar RA Disajikan narasi tentang kehidupan Khalifah Abu Bakar RA. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku Khalifah Abu Bakar RA yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 37
Meneladani perilaku Khalifah Umar bin Khattab RA Disajikan narasi tentang kehidupan Khalifah Umar bin Khattab RA. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku Khalifah Umar bin Khattab RA yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari 38
Menghindari perilaku tercela Menghindari perilaku dengki seperti Abu Lahab dan Abu Jahal Disajikan kisah Abu Jahal atau Abu Lahab. Peserta didik dapat menghindari perilaku tercela Abu Jahal atau Abu Lahab yang perlu dihindari dalam kehidupan sehari-hari 39
Menghindari perilaku bohong seperti Musailamah Al-Kazzab Disajikan kisah Musailamah Al Kazab. Peserta didik dapat menunjukkan perilaku tercelanya dalam kehidupan sehari-hari 40
Membiasakan perilaku p Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik Disajikan narasi tentang kegigihan perjuangan kaum Muhajirin. Peserta didik dapat menunjukkan kegigihan kaum muhajirin yang perlu diteladani dalam kehidupan sehari -hari 41
Meneladani perilaku tolong-menolong kaum anshar dalam kehidupan sehari hari dilingkungan peserta didik Disajikan narasi tentang sikap mulia kaum Ansar. Peserta didik dapat menunjukan perilaku tolong menolong kaum Ansar yang perlu diteladani dalam kehidupan sehari-hari 42
5 Mengenal ketentuan-ketentuan shalat Menyebutkan rukun shalat Disajikan beberapa ketentuan shalat. Peserta didik dapat menentukan rukun 43
Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat Disajikan ketentuan shalat. Peserta didik dapat menentukan syarat sah shalat. 44
Mengenal puasa wajib Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadhan Disajikan beberapa ketentuan puasa. Peserta didik dapat menunjukkan hal-hal yang membatalkan puasa 45
Menyebutkan hikmah puasa Disajikan beberapa hikmah ibadah. Peserta didik dapat menunjukkan hikmah puasa 46
Mengenal ibadah pada bulan Ramadhan Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan Disajikan definisi tentang salat tarawih. Peserta didik dapat menentukan hukumnya 47
Melaksanakan tadarus Al-Qur’an Disajikan beberapa amalan. Peserta didik dapat menentukan amalan pada bulan Ramadhan yang berkaitan dengan Al-Qur’an 48
Mengetahui kewajiban zakat Menyebutkan macam-macam zakat Disajikan definisi zakat. Peserta didik dapat menentukan macam-macam zakat 49
Menyebutkan ketentuan zakat fitrah Disajikan jumlah beras atau uang yang dikeluarkan untuk zakat fitrah. Peserta didik dapat menentukan jumlah anggota keluarga wajib zakat. 50

Merenungi Makna Ujian dalam Dunia Pendidikan

MERENUNGI MAKNA SEBUAH UJIAN DALAM PENDIDIKAN

 

Berlalu sudah Ujian Nasional untuk SMP/sederajat dan SMA/sederajat yang berlangsung pada bulan April lalu, serta Ujian Sekolah bagi SD/sederajat pada bulan ini. Setelah seorang siswa menempuh waktu yang tidak sekejap mata, yakni tiga tahun bagi SMP dan SMA serta enam tahun untuk SD, selama itu pula telah banyak hal yang dikorbankan, baik waktu, fikiran, tenaga dan biaya. Namun tentuya bagi pelajar, waktu yang telah dilalui itu tidak ingin berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan sesuatu yang berharga, serta membawa sesuatu hal bermakna, yang dapat dijadikan bekal untuk mengarungi kehidupannya dikemudian hari.

Sedikit kembali ke belakang, tatkala orang tua siswa mendaftarkannya sekolah, mereka mempunyai harapan yang besar terhadap putra-putrinya. Sebagian besar mereka mempunyai keinginan, agar suatu saat nanti anaknya menjadi seorang ahli kebaikan, ahli agama, guru, pengusaha dokter, perawat, insinyur, ahli pertanian, ahli perekonomian, pilot, tentara, bahkan presiden, dan lain sebagainya. Nampaknya, para orang tua sangat berharap kepada anak-anaknya, agar bisa menjadi penerus orang tua, agar kehidupan ini terus berlangsung, agar roda bumi ini tetap berputar, agar peradaban dunia semakin baik, berkembang dan maju. Cita-cita yang normatif dan tidak kecil itu, tentu untuk mewujudkannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, harus ada usaha yang benar-benar serius dan nyata untuk mewujudkannya.

Dalam sejarah telah tercatat, betapa gigihnya para pencari ilmu zaman dahulu. Ketika kita sejenak membaca sejarah Imam Syafi’i misalnya, pada saat beliau lahir dalam keadaan sudah bisa membaca Al Qur’an, bahkan ketika beliau masih sangat muda belia, sudah mampu menghafal Al Qur’an, dan ketika ia pertama kali berguru kepada Imam Malik, beliau berusaha keras untuk menghafalkannya Kitab Hadits Al Muwatho. Luar biasa kegigihan beliau ini, pantaslah nama beliau tetap abadi sepanjang masa, dan untuk mendapatkannya tidaklah mungkin jika hanya dilakukan secara instan dan biasa-biasa saja, tanpa semangat, keuletan, kerja keras dan kerja cerdas. Ini adalah salah satu contoh bahwa pencari ilmu/ generasi bangsa yang baik tidak pernah menyia-nyiakan waktu mudanya untuk sekedar berfoya-foya, berleha-leha, melakukan perbuatan tercela yang dapat menimbulkan kenikmatan sesaat dan lain-lain. Al-Imam Al-Hakim memberikan gambaran tentang orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, dalam Ma’rifah Ulumul Hadits, dikatakan bahwa gambararan para pencari ilmu adalah : “Mereka lebih memilih untuk menempuh padang gurun dan tanah kosong daripada bersenang-senang di tempat tinggal dan negeri mereka. Mereka merasakan kenikmatan dalam kesengsaraan di dalam perjalanan bersama dengan ahli ilmu dan riwayat. Mereka jadikan masjid-masjid sebagai rumah mereka. Mereka jadikan menulis sebagai makanan kesehariannya. Mencocokkan tulisan sebagai percakapan di waktu malam. Mengulang pelajaran sebagai istirahat mereka. Tinta sebagai parfum mereka. Begadang sebagai tidur mereka. Dan kerikil sebagai bantal mereka.” Subhanallah itulah semangat para pencari ilmu pada zamannya, pertanyaannya: “Apakah di zaman sekarang masih ada pemuda-pemudi yang mempunyai sprit sama seperti para ahli ilmu pengetahuan zaman dahulu? semoga, wallahu a’lam.

Sebagai pendidik juga mesti waspada terhadap segala bentuk kemajuan zaman, baik dari sisi teknologi informasi atau berbagai kemajuan yang lain. Jika dunia ini sudah dipenuhi dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknlogi, ia tidak boleh lengah, ketinggalan untuk mengikutinya, karena posisinya sebagai pendidik harus lebih faham situasi zamannya dari yang di didik. Jika pendidik ketinggalan dalam berbagai ilmu pengetahuan, khususnya teknologi dan informasi, dikhawatirkan anak didik tidak lagi terkontrol, sehingga mereka bebas berbuat sekehendak hati tanpa batas dan tanpa kontrol. Ia beribadah, tapi ia bermaksiat, Ia di rumah patuh dengan orang tua, tapi di luar ia melanggar berbagai peraturan yang ada, baik peraturan dari Tuhannya maupun peraturan yang ada dalam masyarakat suatu bangsa.

Kebiasaan mencoret-coret baju setelah lulus ujian, satu sisi dipahami sebagai bentuk luapan kepuasaan hati karena sudah berhasil lulus dalam level tertentu. Tapi di satu sisi, ini adalah bentuk kesombongan terhadap waktu, seakan-akan ia merasa bisa segalanya. Ia tidak ingat hakikat mencari ilmu dan dilaksanakannya ujian. Pertanyaannya, kemampuan apa sih yang telah ia miliki, sehingga lupa segalanya? Berapa buku yang sudah ia baca, pahami, hafalkan dan amalkan isinya? Dengan model-model US/UN zaman sekarang yang hanya menggunakan pilihan ganda sebagai ukuran untuk menguji kemampuan siswa, apa sudah dianggap cukup mewakili sebuah kompetensi memperoleh ilmu pengetahuan? Ataukah siswa bangga, karena ini merupakan syarat memperoleh ijazah agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi? Harusnya semuanya mau berfikir termasuk siswa yang dikatakan “lulus”.

Dengan merenungi makna ujian, semua pihak diharapkan, agar introspeksi, harus benar-benar dapat membedakan mana syukur dan mana kufur. Jangan-jangan apa yang dilakukan sebagai sebuah “tradisi” lulus ujian dengan mencorat-coret baju, dan lain-lain, justru sebagai bentuk pengkufuran terhadap nikmat Tuhannya. Padahal ancaman yang besar telah diisyaratkan, akan timpakan kepada para pelaku kufur, jauh lebih besar dari apa yang dirasakan selama ini. Tapi jika semua pihak mampu bersyukur insya Allah, nikmat-Nya sangat besar, indah dan menyenangkan. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang bersyukur. Amin.

 

Fakhruroji, S.Pd.I

Penulis adalah Guru SD Negeri Procot 01

*Tulisan ini telah dimuat dalam Radar Tegal, 30 Mei 2014

 

SENI MENGAJAR SISWA MELALUI KOMPETENSI PEDAGOGIK

Setiap guru tentu mempunyai pengalaman dalam upaya membimbing siswa-siswinya agar memperoleh ilmu yang didambakan untuk bekal hidupnya kelak. Dengan ilmu tersebut, diharapkan nantinya seorang siswa akan memiliki nilai-nilai yang dapat mengembangkan dirinya. Oleh karenya, seorang guru seyogyanya memiliki kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi proses pembelajaran dan mengembangkan berbagai kemampuan siswanya.
KEMAMPUAN MERENCENAKAN
Seorang guru hendaknya mempunyai kemampuan dalam merencanakan suatu proses pembelajaran yang akan disajikan di depan siswanya. Diharapkan setiap guru akan membuat perencanaan dengan baik tentang apa yang akan disampaikan terhadap siswa-siswinya, dengan melihat berbagai faktor yang ada, seperti waktu pembelajaran, keadaan psikologi peserta didik, tempat pelaksanaan pembelajaran dan fasilitas yang tersedia dalam lembaga tempat belajar tersebut. Dengan mengetahui seluruh faktor dan latar belakang yang ada, guru akan lebih mudah membuat perencanaan pembelajaran yang baik dan akan dapat melalui proses selanjutnya dengan baik pula.
KEMAMPUAN MELAKSAKAN
Setelah guru membuat perencanaan sebaik mungkin, selanjutnya ia bertugas untuk melaksanakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang diharapkan adalah proses yang selalu menyesuaikan dengan rencana yang sudah disiapkan. Tentu keliru, ketika guru menyampaikan proses pembelajaran, namun keluar dari perencenaan yang sudah dibuat dengan matang dan baik, yang berdampak pada proses pembelajarannya yang lari ke sana kemari, tidak menyesuaikan dengan rencana yang dibuat sebelumnya. Ada kemungkinan bagi guru ketika sudah membuat perencanaan maksimal, kemudian ia melaksanakan proses pembelajaran yang berjalan sesuai dengan alur yang dipersiapkan, ia akan dapat membuat suatu proses pembelajaran berlangsung dengan normat bahkan bisa melampai target yang diharapkan. Jika proses pembelajaran berlangsung dengan aktif, tidak hanya gurunya yang berperan dominan, namun siswa juga aktif mengikuti proses pembelajaran tersebut, memahami setiap butir yang sedang dipelajari, siswa merasa nyaman dalam proses pembelajan dan menyenangkan bagi kedua belah pihak, baik untuk gurunya maupun siswanya, ini bisa menjadi satu jaminan bahwa pembelajaran bisa dikatakan berhasil.
KEMAMPUAN MENGEVALUASI
Selanjutnya, setelah proses pembelajaran berlangsung dengan aktif, penuh dengan inovasi dan kreatifitas, serta menyenangkan. Kemudian guru mengadakan suatu evaluasi untuk mengukur sejauh mana keberhasilan suatu proses pembelajaran. Setelah melakukan evaluasi, kemudian guru menyampaikan hasil evaluasinya tersebut kepada seluruh siswa. Kemudian menyebutkan sampai dimana tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalannya. Apabila evaluasi yang telah dilangsungkan dengan sungguh-sungguh dan telah disertai dengan nilai-nilai kejujuran menghasilkan sesuatu yang baik, maka bisa dikatakan berhasil. Namun jika belum, maka hendaknya seorang guru introspeksi untuk mengadakan evaluasi diri, kemudian dilakukan perbaikan (remidi) kepada siswa, tanpa mengenal lelah dan terus mencari cara yang lebih baik, kreatif, inovatif dalam proses pembelajarannya untuk meraih hasil yang lebih baik dan nyata.
KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KEMAMPAUN SISWA
Selain tiga tugas di atas, seorang guru juga mempunyai tanggung jawab terhadap siswanya agar berusaha mengembangkan (mengeksplorasi) kemampuan siswanya. Sehingga kelak diharapkan seorang peserta didik akan memperoleh ilmu yang bermanfaat dan dapat menggunakan ilmunya itu untuk kepentingan dirinya maupun untuk kepentingan yang lebih luas.
Semoga dengan bekal kompetensi pedagogik tersebut, guru-guru di Indonesia akan mampu mencetak siswa-siswi yang berprestasi, sehingga 20 tahun ke depan akan lahir generasi Indonesia yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, simpatik, mempunyai rasa empati, mumpuni, berilmu pengetahuan, menguasai keterampilan hidup serta berakhlakul karimah. Amin.

Penulis,
Fakhruroji, S.Pd.I
Guru SD Negeri Procot 01
Mahasiswa PPS Universitas Wahid Hasyim Semarang.

*Tulisan ini telah terbit di harian “Radar Tegal”, pada Hari Senin, 12 Mei 2014

Makalah Lomba Guru Berprestasi

PENGALAMAN TERBAIK MENJADI GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

 

  1. LATAR BELAKANG

 

  1. Kondisi Pembelajaran di Sekolah

Alhamdulillahirabbil ‘Alamin. Segala puji bagi Allah Swt., yang telah memberikan karunia kepada penulis, sehingga dapat menyusun Studi Kasus ini dengan lancar. Shalawat dan salam tercurah kepada beliau Junjungan, Nabi Muhammad Rasulullah Saw., yang telah mendorong umatnya agar senantiasa menuntut ilmu untuk kebahagiaan hidup dunia dan negeri akhirat.

Dari waktu ke waktu SD Negeri Procot 01 terus mengalami perkembangan. Perkembangan ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor usia yang boleh dibilang tua, atau karena bangunan yang terus mengalami perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana. Sepintas, bahkan jika sekedar dilihat dari fisik bangunannya, sekolah ini nampak biasa-biasa saja, sama seperti SD-SD Negeri yang lain, pada umumnya. Kemajuan itu akan tampak kontras apabila dilihat dari prestasi yang selalu melekat padanya, baik secara akademik maupun non akademik.

Di sekolah SD Negeri Procot 01 pembelajaran berlangsung dengan aktif, siswa-siswinya juga menyenangkan. Berbagai metode digunakan oleh guru dalam rangka terjadinya proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Pembelajaran di SDN Procot 01 semata-mata tidak menggunakan kelas sebagai tempat menuntut ilmu, ada berbagai fasilitas yang terbilang terbatas, namun penggunaannya terbilang maksimal, seperti taman di depan sekolah (sebelah selatan), perpustakaan yang berada di sebelah utara (pojok utara-barat), mushala di sebelah barat, semuanya itu dijadikan sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar siswa yang dipergunakan sesuai dengan fungsi dan tujuan dalam pembelajaran dimaksud.

Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam misalnya, selain kelas sebagai tempat untuk belajar, diskusi dan menyampaikan pendapat para siswanya, serta sebagai tempat mengevaluasi hasil belajar. Mushalah juga dipergunakan sebagai salah satu tempat yang menyenangkan bagi siswa mempelajari berbagai materi, sekaligus sebagai tempat siswa untuk memperdalam materi khususnya yang ada hubungannya dengan materi-materi ibadah dan sebagai tempat yang kondusif bagi siswa untuk belajar, baik materi Aqidah Akhlaq, Fiqih, Al Qur’an, Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam, maupun materi-materi ekstra kurikuler untuk memperdalam pembelajaran atau sarana belajar untuk membimbing siswa dalam menghadapi lomba-lomba keagamaan.

 

  1. Visi Misi dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah
  2. Visi SD Negeri Procot 01

BERTAQWA, BERPRESTASI, TERAMPIL DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR

 

  1. Misi SD Negeri Procot 01
  2. Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi dibidang IMTAQ dan IPTEK..
  3. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.
  4. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

 

  1. DASAR-DASAR PENYELESAIAN MASALAH (Tinjau Visi-Misi, Tujuan, Program Sekolah dan Program Pembelajaran)

 

  1. Visi-Misi, Tujuan, Program Sekolah dan Program Pembelajaran
  2. Visi SD Negeri Procot 01

BERTAQWA, BERPRESTASI, TERAMPIL DAN BERBUDI PEKERTI LUHUR

  1. Bertaqwa

Visi SDN Procot 01 yang pertama kali disebutkan adalah bertaqwa, maksudnya adalah lulusan dari SDN Procot 01 diharapkan menjadi orang yang taat kepada perintah Tuhannya dan menjauhi segala larangannya, hal ini senada dengan nash Al Qur’an bahwa orang-orang yang beriman dianjurkan bertaqwa dan sekali-kali tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan membawa ketaqwaan, atau dalam konteks ini dapat diartikan, janganlah sekali-kali lulus dari SDN Procot 01 kecuali dengan membawa bekal taqwa.

  1. Berprestasi

Siswa-siswi SDN Procot 01 hendaklah mempunyai prestasi yang membanggakan, baik akademi maupun non akademik, hal ini terbukti dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa-siswi di sekolah ini, dari setiap bidangnya.

  1. Terampil

Lulusan dari sekolah ini diharapkan mempunyai bekal keterampilan hidup, sehingga ketika ia lulus nanti mempunyai bekal untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Sehingga ia tidak khawatir akan merepotkan orang lain, karena terampil dalam berbagai hal.

  1. Berbudi pekerti luhur

Lulusan dari sekolah ini, adalah siswa-siswi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga harus memiliki budi pekerti yang luhur, sehingga akan tampak pribadi yang ramah, sopan, santun, rendah hati, simpatik dan berempati.

  1. Misi SD Negeri Procot 01
  2. Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi dibidang IMTAQ dan IPTEK..

SD Negeri Procot 01 berusaha untuk menyiapkan generasi yang tidak sekedar unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mempunyai keimanan dan ketaqwaan yang tertanam dalam jiwanya, sehingga lahir generasi-generasi yang cerdas, berperadaban dan berakhlakul karimah.

  1. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.

Pembelajaran yang ada dimaksimalkan se-atraktif mungkin, sehingga siswa dapat menyerap semua hal yang positif. Harapan kedepannya tercipta manusia-manusia pilihan yang akan mumpuni dalam setiap lapangan kehidupan, karena generasi yang dibentuk ini adalah generasi-generasi yang yang berbudaya, aktif, kretif dan inovatif, yang akan mampu menghadapi tantangan zaman sedemikian rupa bentuknya.

  1. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

Usaha ini terus diupayakan, agar masa demi masa masyarakat tidak akan pernah surut kepercayaannya terhadap SDN Procot 01. Mayarakat akan senantiasa menjadi mitra bagi SDN Procot 01 dalam setiap zaman.

  1. Tujuan
  2. Menumbuh kembangkan motivasi diri untuk mencapai prestasi semaksimal mungkin seluruh warga sekolah.

Sekolah ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan motivasi yang ada dalam pribadi setiap diri warganya untuk dapat mencapai prestasi yang setingginya dalam setiap evennya, baik akademik maupun non akademik. Jika pimpinan yang termotivasi, maka ia akan dapat bekerja dengan sangat baik, sebagaimana tips kepala sekolah yang sekarang dalam meningkatkan prestasi sekolahnya antara lain: Tawakal, di antara ciri-ciri orang beriman adalah pasrah semata-mata hanya kepada Allah Swt., dalam segala urusannya, memohon pertolongan hanya kepada-Nya, baik dikala senang maupun sedih, ia sangat yakin bahwa Allah Swt.-lah yang Maha Pengatur dan Maha Kuasa untuk melakukan apa saja yang dikehendaki, yang memberi rizki atau mencabutnya, memberikan kemenangan, kesuksesan atau kehinaan dan kekalahan; ikhlash, beliau, Kepala Sekolah menyebutkan, bahwa dalam bekerja hendaknya dilakukan dengan ikhlas, agar apa yang dilakukan semua bernilai ibadah. Ikhlas dalam perkataan dan perbuatan merupakan pondasi keimanan serta keharusan dalam ber-Islam. Allah Swt., tidak akan menerima amal berbuatan manusia, jika tidak dilandasi dengan keikhlasan; bersabar, beliau  juga menyampaikan bahwa dalam memberikan pelayanan pendidikan hendaknya dilakukan dengan sabar. Untuk memperoleh buah yang manis, dibutuhkan kesabaran agar mencapai tujuan, sesuai dengan yang direncanakan. Termasuk sifat yang sangat dasar dalam menopang keberhasilan pendidikan adalah sifat sabar, yang dengan sifat ini setiap individu akan tertarik kepada yang menyampaikan. Dengan kesabaran, semua orang yang di bawah perintahnya akan berhias dengan akhlak terpuji, dan terjauh dari perangai tercela; menempatkan semua guru dan karyawannya sebagai mitra, beliau, Bapak Wachidin mengatakan bahwa, selayaknya Kepala Sekolah menempatkan guru dan semua karyawannya sebagai mitra kerja bagi dirinya, sehingga akan membuat komunikasi lebih lancar, cair dan effektif. Jika demikian keadaannya, maka diharapkan semua elemen dapat bekerja dengan fungsinya secara maksimal, sehingga akan dihasilkan pula kerja-kerja nyata yang maksimal, dan akan mendapatkan hasil sesuai dengan perencanaan. Demikian pula, beliau tidak sebaliknya menganggap guru dan karyawan sebagai bawahan, karena beliau menganggap jika itu yang dilakukan, akan terjadi jurang pemisah yang dapat menjauhkan dirinya dengan semua steak holder yang ada, serta sulit untuk melakukan segala koordinasi dan dan perencanaan, dan tidak akan mudah menjalankan setiap program dan perencanaan dengan baik. Sehingga jika hal ini yang terjadi, maka tidak ada hasil dan prestasi yang diharapkan.

Demikian pula ketika guru mempunyai motivasi yang kuat, ia akan bekerja dengan perencanaan yang baik, melaksanakan pembelajaran dengan baik, melakukan evaluasi secara berkala, dan berusaha untuk mengembangkan bakat siswanya, dengan penuh semangat dan ikhlas.

Ketika siswa mempunyai motivasi yang muncul dari dalam nuraninya, ia akan belajar dengan sungguh-sungguh, dan memaksimalkan segala potensinya untuk meraih pretasi yang gemilang.

Jika orang tua punya motivasi yang kuat, ia akan membela kepentingan anaknya dalam usaha meraih kesuksesan sekarang dan yang akan dating.

  1. Membina kerjasama antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat lingkungan secara optimal demi kemajuan SD Negeri Procot 01.

Untuk menunjang program-programnya, selain membutuhkan dukungan dari guru dan karyawan, juga harus mendapat dukungan dan bantuan yang sifatnya menyeluruh dari semua warga sekolah dan elemen orang tua, seperti komite sekolah, dan orang tua secara keseluruhan. Oleh karenanya, kepala sekolah mencoba untuk melakukan komunikasi yang effektif kepada komite sekolah dan orang tua, sebelum melakukan perencanaan, serta sebelum melaksanakan program-program sekolah. Dengan demikian tercipta iklim yang baik, sehingga sekolah lebih mudah dalam menjalankan tugasnya selaku lembaga pendidikan.

  1. Program Sekolah

Program sekolah disusun sedemikian rupa dalam upaya menjawab tantangan zaman.

  1. Program Pembelajaran

Program pembelajaran dibuat semenarik mungkin, yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Pembelajaran yang ada terus diupayakan berlangsung dengan aktif, agar siswa ikut aktif; inovatif, dan untuk membiasakan siswa dapat berinovasi membuat berbagai macam karya dan keterampilan; kreatif, agar siswa menjadi kreatif dalam berfikir dan memecahkan berbagai permasalahan; menyenangkan, agar siswa menjadi senang dan tidak mudah bosan dalam mengikuti proses pembelajaran yang ada di kelasnya.

 

  1. Rancangan Pembelajaran yang di-Rumuskan

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

NAMA SEKOLAH

MATA PELAJARAN

KELAS / SEMESTER

ALOKASI WAKTU

 

:

:

:

:

SD NEGERI PROCOT 01

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

IV / II

3        X 35 MENIT (1 PERTEMUAN)

 

       I.              Standar Kompetisi

7   Mengenal Malaikat dan Tugas – tugasnya

 

    II.              Kompetensi Dasar

7.1 Menyebutkan Tugas – tugas Malaikat

 

 III.              Indicator ketercapaian

  1. Menyebutkan jumlah malaikat yang wajib diketahui namanya
  2. Menyebutkan nama – nama malaikat
  3. Menyebutkan tugas – tugas malaikat
  4. Menjelaskan keterkaitan antara tugas malaikat dengan perbuatan manusia

 

 IV.              Tujuan pembelajaran

  1. Melalui Tanya jawab dan permainan kartu, peserta didik dapat menyebutkan jumlah malaikat yang harus diketahui nama dan tugasnya
  2. Melalui Tanya jawab dan permainan kartu, peserta didik dapat menyebutkan nama – nama malaikat yang harus diketahui
  3. Melalui Tanya jawab dan permainan kartu, peserta didik dapat menyebutkan tugas – tugas malaikat
  4. Melalui Tanya jawab dan permainan kartu, peserta didik dapat menjelaskan keterkaitan antara tugas malaikat dengan perbuatan manusia

 

    V.               Materi pembelajaran

Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah Swt.

  1. Pengertian Malaikat

Malaikat yaitu makhluq Allah swt. yang dijadikan dari cahaya, Malaikat termasuk makhluq gaib yang tidak dapat dilihat mata manusia. Malaikat selalu patuah aapada perintah Allah swt. Malaaikata tidak berjenis kelamin daan tidak dikaruniai nafsu,mereka hidup sampai hari kiamat. Mskipun Malaikat tidak dapat dilihat mata manausia kita harus mengimaninya,artinya kita percaya bahwa Allah swt. telah menciptakan makahluq berupa malaikat.

  1. Perbedaan Malaikat dengan manusia:

No

Malaikat

Manusia

1

2

3

4

Tidak dapat dilihat mata manusia

Selalu patuh perintah Allah swt.

Tidak berjenis kelamin

Tidak dikaruniai nafsu

Dapat dilihat oleh mata manusia

Ada yang patuh ada yang tidak

Berjenis kelamin

Dikarauniai nafsu

 

  1. Nama-Nama Malaikat

Malaikat jumlahnya sangat banyak sekali tetapi kita tidak mengetahui berapa jumlah yang pasti hanya Allah swt. sendiri yang megetahui. Allah swt. mewajibkan kita mengimani sepuluh nama malaikat yaitu: Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan

  1. Tugas Malaikat

Malaikat memiliki tugas tertentu yaitu:

  1. Jibril bertugas Menyampaikan wahyu kepada para rasul.
  2. Mikail bertugas membagi rejeki dari Allah swt.
  3. Isrofil bertugas meniup sangkakala hari kiamat.
  4. Izroil bertugas mencabut nyawa.
  5. Munkar bertugas menanyai dalaam kubur.
  6. Nakir bertugas menanyai dalaam kubur.
  7. Raqib bertugas mencatat amal perbuatan manusia yang baik.
  8. Atid bertugas mencatat amalperbuatan manusia yang buruk.
  9. Malik bertugas menjaga neraka.
  10. Ridwan bertugas menjaga surga.
  11. Tugas Malaikat Berkaitan dengan Perbuatan Manusia :
  12. Jibril berkait dengan pedoman hidup manusia (wahyu)
  13. Mikail berkait dengan usaha / pekerjaan manusia (rizki)
  14. Rakib dan Atid berkait dengan tingkah laku perbuatan manusia
  15. Izrail berkait dengan usia hidup manusia (nyawa)
  16. Malik berkait dengan balasan amal manusia yang buruk (neraka)
  17. Ridwan berkait dengan balasan amal manusia yang baik (surga)

 

   VI.               Metode pembelajaran

  1. Tanya jawab
  2. Make a match
  3. Diskusi
  4. Pemberian tugas

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  2. Kegiatan pendahuluan
  3. Mengkondisikan siswa agar siap secara fisik maupun psikhis untuk mengikuti pembelajaran melalui do’a sebelum belajar dan surat – surat pendek
  4. Appersepsi : mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi
  5. Siapa diantara kalian yang tahu tentang malaikat ?
  6. Ada berapa jumlah malaikat yang harus kita ketahui ?
  7. Siapa yang tahu nama – nama malaikat?
  8. Siapa yang tahu tugas – tugas malaikat?
  9. Menjelaskan tujuan pembelajaran / kompetensi dasar yang akan disampaikan
  10. Menjelaskan pendekatan yang akan digunakan (make a match)
  11. Kegiatan Inti

Eksplorasi :

  1. Peserta didik mempelajari dan mendalami tentang jumlah, nama dan tugas – tugas malaikat serta keterkaitan tugas malaikat melalaui metode make a match (permainan kartu berpasang – pasangan) di dalam kelas / di luar kelas dengan cara sebagai berikut :
  2. Peserta didik berdiri melingkar membentuk lingkaran besar masing – masing siswa mengambil 1 kartu yang tersedia dalam kotak / kardus secara bergantian. (tanggung jawab)
  3. Peserta didik yang mendapat kartu malaikat membentuk lingkaran kecil dan secara bergantian membacakan kartu yang dipegang dan ditulis pada lembar kerja. Demikian juga peserta didik yang mendapat kartu tentang tugas malaikat melakukan kegiatan yang sama sehingga membentuk dua lingkaran kecil. (kerjasama dan tanggung jawab)
  4. Masing – masing peserta didik saling mencari pasangan antara nama dan tugas malaikat dengan benar / sesuai, kemudian pasangan yang sudah cocok membentuk barisan berpasang – pasangan. (kerjasama)
  5. Selanjutnya secara bergantian masing – masing pasangan membacakan kartu yang dipegang dimulai dari nama kemudian tugas malaikat. Salah satu siswa mencatat pada lembar kerja. (tanggung jawab dankerjasama)
  6. Peserta didik kembali membentuk lingkaran besar sambil duduk dan salah satu siswa berdiri di tengah – tengah lingkaran mempresentasikan lembar kerja hasil permainan make a match.

Elaborasi :

  1. Peserta didik mengerjakan tugas secara berkelompok menggunakan metode diskusi melalui langkah – langkah sebagai berikut :
  2. Kelompok bernomor punggung 1 – 7 membahas tentang jumlah malaikat yang harus diketahui dan nama – namanya

Kelompok bernomor punggung 8 – 14 membahas tentang tugas – tugas malaikat

Kelompok bernomor punggung 15 – 20 membahas keterkaitan tentang tugas – tugas malaikat dengan perbuatan manusia

  1. Secara bergantian masing – masing kelompok mempresentasikan tugasnya dan kelompok lain menanggapi dan atau menyempurnakan sehingga memperoleh jawaban yang benar. (kerjasama, tanggung jawab, rasa hormat dan perhatian)

Konfirmasi :

  1. Guru bersama peserta didik membahas hasil permainan make a match dan diskusi tentang jumlah malaikat, nama – nama malaikat dan tugasnya serta keterkaitan tugas malaikat dengan perbuatan manusia.
  2. Guru memberikan penguatan atas hasil tugas dari masing – masing kelompok dan memberikan penghargaan atas hasil kerja kelompok diskusi.
  3. Kegiatan penutup
  4. Guru bersama dengan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan hasil permainan kartu dan hasil diskusi jigsaw tentang jumlah malaikat, nama – nama malaikat dan tugasnya serta keterkaitan tugas malaikat dengan perbuatan manusia.
  5. Peserta didik mengerjakan soal pos tes (terlampir pada instrument penilain)
  6. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi dan program pengayaan baik secara individu maupun kelompok
  7. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

 

  1. Alat dan sumber belajar
  2. Alat                                 : kartu pembelajaran / alat peraga
  3. Sumber                : buku Pendidikan Agama Islam Kelas IV, Erlangga

 

   IX.               Penilaian

  1. Teknik Penilaian: teknik tes
  2. Bentuk                : tes lisan, tes tertulis, performance tes
  3. Instrument penilaian       :

Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan benar !

  1. Ada berapakah jumlah malaikat yang wajib diketahui nama dan tugasnya? Sebutkan 5 saja !
  2. Sebutkan tugas malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, Malik, Ridwan !
  3. Jelaskan keterkaitan tugas malaikat Jibril, Mikail, Izroil, Rokib dan Atid dengan perbuatan manusia !

 

Kriteria penilaian :

Soal nomor 1 dijawab betul semua nilai 10

Soal nomor 2 dijawab betul semua nilai 20

Soal nomor 3 dijawab betul semua nilai 20

Skore maksimal 50

 

Nilai Akhir : Skor perolehan / skore maksimal X 2

 

Mengetahui,

Kepala SDN Procot 01

 

 

 

WACHIDIN, S.Pd

NIP19660809 199103 1 006

Slawi,     Juli 2013.

Guru PAI

 

 

 

FAKHRUROJI, S.Pd.I

NIP 19770609 201001 1 017

  1. Prestasi dan Program-Program Pendukung dalam Pengembangan profesi, seperti Karya Tulis Ilmiah, Buku, Karya Inovatif, Karya Seni dan lain-lain yang telah anda buat. Uraikan dengan  jelas gunakan tabel-tabel bila diperlukan.

NO

JUDUL

JENIS *)

PENERBIT

TAHUN TERBIT

 

Lomba Tata Upacara Sipil Tingkat SD Gugus Ki Mangun Sarkoro Kec. Slawi-Kab. Tegal

Artikel

Mufidalfathin.wordpress.com

2013

 

Menerapkan Kedisiplinan Siswa dengan Pendekatan Akhlaqul Karimah

Artikel

Mufidalfathin.wordpress.com

2013

 

Tahun Baru Semangat Baru Bagi Guru

Artikel

Mufidalfathin.wordpress.com

2013

 

Seni Mengajar Melalui Kompetensi Pedagogik

Artikel

Radar Tegal

2014

 

  1. Aktivitas Pembimbingan Siswa, Pengembangan Diri, dan lain-lain yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah

Kegiatan yang dilakukan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa antara lain:

  1. Melakukan program ekstra kurikuler
  2. Melakukan shalat dzuhu berjamaah pada hari Rabu dan Kamis, sebagai upaya pembinaan dan pembiasaan siswa agar menjadi insane yang beriman dan bertaqwa terhadap Allah Swt.(bagi umat Islam)
  3. Memberikan tambahan pelajaran selesai sekolah, yakni setelah istirahat dan shalat dzhuhur, jika ada materi yang diaggap siswa belum terlalu menguasai
  4. Memberikan tambahan jam bagi kelas VI, dalam rangka mempersiapkan Ujian Sekolah (US/UN/USBN)
  5. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembimbingan siswa, yaitu untuk menghadapi lomba-lomba, bagi Guru Mapel Pendidikan Agama Islam, khususnya lomba MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) adalah sebagai berikut :
  6. Melakukan pembimbingan secara menyeluruh bagi kelas IV dan V sejak Semester II, yakni antara bulan Januari-Februari
  7. Melakukan penseleksian di tingkat kelas pada bulan Maret
  8. Melakukan penseleksian di tingkat sekolah pada bulan April
  9. Melakukan pembimbingan terhadap siswa-siswi yang berhasil di tingkat sekolah. Karena lomba MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah biasanya dilakukan antara bulan November-Desember, Kabupaten antara bulan Oktober-Nopember, dan kecamatan antara bulan September-Oktober, maka pembimbingan/pembinaan dilakukan sejak masuk pada semester I, yaitu sejak masuk bulan Juli setiap tahunnya (berlangsung 1-3 bulan).

 

  1. LANGKAH-LANGKAH DALAM PELAKSANAAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

 

  1. Rancangan Pembelajaran yang di-Rumuskan

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

NAMA SEKOLAH

MATA PELAJARAN

KELAS / SEMESTER

ALOKASI WAKTU

 

:

:

:

:

SD NEGERI PROCOT 01

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

V / II

4        X 35 MENIT (1 PERTEMUAN)

 

  1. Standar Kompetisi

7 Mengenal Rasul Allah SWT

 

  1. Kompetensi Dasar

7.1 Menyebutkan Nama – nama Rasul Allah SWT

7.2 Menyebutkan Nama – nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul

 

  1. Indicator ketercapaian
  2. Menyebutkan jumlah Rasul yang wajib diketahui namanya
  3. Menyebutkan nama – nama Rasul yang wajib diketahui namanya
  4. Menyebutkan nama – nama Rasul Ulul Azmi
  5. Menjelaskan perjuangan Rasul Ulul Azmi

 

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Melalui permainan kartu, peserta didik dapat menyebutkan nama – nama Rasul secara urut
  3. Melalui Tanya jawab tentang Rasul Ulul Azmi, peserta didik dapat menyebutkan nama – nama Rasul Ulul Azmi
  4. Melalui pemberian tugas secara berkelompok, peserta didik dapat menjelaskan perjuangan yang dialami oleh Rasul Ulul Azmi
  5. Melalui Tanya jawab dan permainan kartu, peserta didik dapat menjelaskan keterkaitan antara tugas malaikat dengan perbuatan manusia

 

  1.  Materi pembelajaran

Beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

  1. Nama – nama Rasul

Rasul Artinya utusan.Rasul Allah SWT adalah seorang laki-laki pilihan Allah swt. yang mendapat wahyu dari Allah swt. Untuk dirinya dan para umatnya. Jumlah rasul yang wajib kita percayai ada 25 rasul yaitu :

1. Adam A.S.                    10. Ya’qub A.S.                      19. Sulaiman A.S.

2. Idris A.S.                      11. Yusuf A.S.                                    20. Ilyas A.S.

3. Nuh A.S.                       12. Ayyub A.S.                       21. Yunus A.S.

4. Hud A.S.                       13. Syu’ib A.S.                       22. Zakaria A.S.

5. Sholeh A.S..                  14. Harun A.S.                        23. Yahya A.S.

6. Ibrahim A.S.                 15. Musa A.S.                         24. Isa A.S.

7. Luth A.S.                      16. Ilyas A.S.                          25. Muhammad SAW.

8. Ishaq A.S.                     17. Zulkifli A.S.

9. Ishaq A.S.                     18. Daud A.S.

  1. Rasul Ulul Azmi

Rasul Ulul ‘Azmi adalah rasul yang mempunyai ketabahan yang luar biasa melebihi para rasul lainnya dalam berdakwah terhadap umatnya. Dari ke 25 Rsul Allah swt. yang meraih derajat Rasul

Ulul ‘Azmi ada 5, yaitu:

1. Nabi Nuh A.S.

2. Nabi Ibrahim A.S.

3. Nabi Musa A.S.

4. Nabi Isa A.S.

5. Nabi Muhammad SAW.

Dalam melaksanakan tugas dalam berdakwah para rasul menghadapi berbagi rintangan, gangguan, hambatan dan ancaman, oleh karena itu para rasul dituntut kesabaran dan ketabahannya. Maka ada sejumlah rasul yang perjalanan hidupnya dikenang lebih istimewa oleh karena Allah memberikan kepadanya mu’jizat untuk membuktikan kerasulannya.

Mu’jizat artinya kejadian luar biasa yang dialami oleh seorang rasul/nabi. Diantara Nabi yang diberi mu’jizat oleh Allah yaitu:

  1. Nabi Nuh AS             : Berupa mendatangkan banjir yang menghanyutkan kaumnya yang ingkar.
  2. Nabi Ibrahim AS         : Kebal api sehingga ketika dibakar oleh Raja Namrud dia tidak hangus terbakar.
  3. Nabi Musa AS                        : Berupa tongkat yang berubah menjadi ular yang besar dan dapat membelah laut menjadi jalan.
  4. Nabi Isa AS.              : Dapat membuat burung dari tanah, menurunkan makanan dari langit, menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati atas ijin Allah swt.
  5. Nabi Muhammad SAW          : Bila berjalan diikuti awan, dapat memancarkan air dari jari-jarinya, mampu membelah bulan menjadi 2, Isra’ Mi’raj, Al-Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar.
  6. Metode pembelajaran
  7. Tanya jawab
  8. Make a match
  9. Pemberian tugas
  10. Diskusi

 

  1. Langkah-langkah dalam Pelaksanaannya di Kelas

 

  1. Kegiatan pembelajaran
  2. Kegiatan pendahuluan
  3. Mengkondisikan peserta didik agar mengikuti proses pembelajaran
  4. Appersepsi : mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan diajarkan
  5. Termasuk rukun iman yang keberapa meyakini adanya Rasul – rasul Allah SWT ?
  6. Sebutkan enam rukun iman?
  7. Pree tes
  8. Ada berapa jumlah rasul ?
  9. Apa arti rasul ?
  10. Menjelaskan tujuan pembelajaran / kompetensi dasar yang akan disampaikan
  11. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan materi yang akan disampaikan
  12. Menjelaskan pendekatan yang akan digunakan (make a match)
  13. Kegiatan Inti

Eksplorasi :

  1. Peserta didik mempelajari nama – nama rasul dan rasul ulul azmi serta ujian yang dialami rasul ulul azmi
  2. Peserta didik diberi tugas untuk mengambil kartu yang telah disediakan yang bertuliskan nama rasul dan nomor urut
  3. Masing – masing peserta didik saling mencari pasangan antara nama rosul dan dan nomor urut
  4. Selanjutnya masing – masing peserta didik membacakan kartu yang dipegang secara urut

Elaborasi :

  1. Peserta didik mengerjakan tugas secara berkelompok menggunakan metode diskusi kelompok.

Konfirmasi :

  1. Guru bersama peserta didik membahas hasil permainan make a match dan hasil diskusi
  2. Guru memberikan penguatan atas hasil tugas dari masing – masing kelompok dan memberikan penghargaan atas hasil kerja kelompok diskusi.
  3. Kegiatan penutup
  4. Guru bersama dengan peserta didik membuat rangkuman nama – nama rasul dan nama – nam rasul ulul azmi
  5. Peserta didik mengerjakan soal pos tes
  6. Merencanakan kegiatan tindak lanjut
  7. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

 

  1. Alat dan sumber belajar
  2. Alat                       : kartu pembelajaran / alat peraga peta konsep
  3. Sumber                  : buku Pendidikan Agama Islam Kelas V, Erlangga

 

  1. Penilaian
  2. Teknik Penilaian    : teknik tes
  3. Bentuk                  : tes lisan, tes tertulis
  4. Instrument penilaian         :

Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan benar !

  1. Ada berapakah jumlah rasul yang harus diketahui ?
  2. Sebutkan 10 nama rasul secara urut (1-10) !
  3. Sebutkan 5 nama rasul ulul Azmi !
  4. Jelaskan pengertian Ulul Azmi !

Kriteria penilaian :

Soal nomor 1 dijawab betul semua nilai 25

Soal nomor 2 dijawab betul semua nilai 25

Soal nomor 3 dijawab betul semua nilai 25

Soal nomor 4 dijawab betul semua nilai 25

Skore maksimal 100

Nilai Akhir = Skor perolehan / skore maksimal

Mengetahui,

Kepala SDN Procot 01

 

 

 

WACHIDIN, S.Pd

NIP19660809 199103 1 006

Slawi, 2 Pebruari 2013.

Guru PAI

 

 

 

FAKHRUROJI, S.Pd.I

NIP 19770609 201001 1 017

 

  1. HASIL YANG DIPEROLEH

Prestasi yang pernah diraih SD Negeri Procot 01 sesungguhnya sangat banyak, namun penulis hanya mencatat prestasi yang didapatkan dari Mapel Pendidikan Agama Islam, karena secara langsung membimbing pada even tersebut. Sedangkan pada lomba-lomba Mapel umum, penulis hanya berpartisipasi sekedarnya saja. Adapaun prestasi / kejuaraan yang pernah diperoleh SD Negeri Procot 01 dalam bidang Mapel Pendidikan Agama Islam, diantaranya :

NO.

NAMA KEJUARAAN

TINGKAT

TEMPAT DAN WAKTU

 

Khitobah Putra MAPSI 2011

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 08 Oktober 2011

 

Khitobah Putri MAPSI 2011

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 08 Oktober 2011

 

Mapel PAI & Gebsata Putra 2011

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 08 Oktober 2011

 

Khitobah Putri MAPSI 2011

Kabupaten

SD Negeri Slawi Kulon 03, Sabtu, 15 Oktober 2011

 

Mapel PAI & Gebsata Putri

Kabupaten

SD Negeri Slawi Kulon 03, Sabtu, 15 Oktober 2011

 

Khitobah Putra MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Khitobah Putri MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Mapel PAI & Gebsata Putra MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Seni Tilawah Al Qur-an Putra MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Takhsinul Khot & Kaligrafi Putra MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Seni Cerita Islami Putri MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami Putra MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami Putri MAPSI 2012

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 06 Oktober 2012

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami Putra MAPSI 2012

Kabupaten

SD Negeri Slawi Kulon 03, Senin, 06 Oktober 2012

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami Putri MAPSI 2012

Kabupaten

SD Negeri Slawi Kulon 03, Senin, 06 Oktober 2012

 

Takhsinul Khot & Kaligrafi Putra MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Takhsinul Khot & Kaligrafi Putri MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Cipta dan Seni Khitobah Putri MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Tilawah Al Qur-an Putri MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami Putri MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Cipta dan Seni Cerita Islami Putra MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Cipta dan Seni Cerita Islami Putri MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Cipta dan Seni Cerita Islami Putra MAPSI 2013

Kecamatan

SD Negeri Slawi Kulon 02, Sabtu, 21 September 2013

 

Takhsinul Khot & Kaligrafi Putra MAPSI 2013

Kabupaten

SD Negeri Slawi Kulon 02, Senin, 07 Oktober 2013

 

  1. PENUTUP
  2. Simpulan

Setiap guru tentunya mempunyai pengalaman dalam proses pembelajaran. Dalam prosesnya tersebut tentu ada berbagai macam hambatan dan kesulitan. Pengalaman penulis, hambatan dan kesulitan yang ada justru dapat menjadi factor pendorong bagi semakin majunya guru dididalam cara berfikirnya, keberaniannya dalam mencoba berbagai macam cara untuk memecahkan permasalahan yang muncul.

Pembelajaran yang berlangsung di SDN Procot 01 terbilang menyenangkan, hal itu bisa terlihat dari wajah-wajah ceria yang dikesankan siswanya, ketika acap kali bertemu dengan guru-gurunya, tidak hanya di sekolah bahkan ketika bertemu di luar sekolah, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa proses pembelajaran yang ada berlangsung dengan sangat menyenangkan, karena setuap guru yang ada berupaya untuk melakukan proses pembelajaran yang aktif, invatif, kreatif dan menyenangkan.

SDN Procot 01 mempunyai visi bertaqwa, berprestasi, terampil, dan berbudi pekerti yang luhur. Visi ini menjiwai setiap warganya, mereka bersinergi dalam mewujudkan visi ini, hal ini Nampak dari keemangatan dan keseriusan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya yang ada, baik gurunya, siswanya, orang tua siswanya, maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

Misi dari sekolah ini adalah, sebagai berikut:

  1. Menyiapkan generasi unggul yang memiliki potensi dibidang IMTAQ dan IPTEK..
  2. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.
  3. Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya di masyarakat.

Tujuan dari sekolah ini adalah, sebagai berikut:

  1. Menumbuh kembangkan motivasi diri untuk mencapai prestasi semaksimal mungkin seluruh warga sekolah.
  2. Membina kerjasama antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat lingkungan secara optimal demi kemajuan SD Negeri Procot 01.
  3. Saran

Saran kepada pihak-pihak yang berwenang agar memberikan fasilitas yang layak bagi sekolah ini. Ada beberapa hal yang dirasa masih kurang bagi terselenggaranya sekolah modern, berprestasi dan murah, diantaranya adalah: laboratorium computer yang perlu direhab, serta isi laboratorium yang harus ditambah dan diberikan SDM yang bertanggung jawab mengurusinya, tentunya dengan honor yang sesuai bagi yang memeliharanya.

  1. Rekomendasi

Sekolah ini layak disebut sebagai sekolah berprestasi, karena mempunyai kepala sekolah, guru-guru, serta siswa-siswi yang berprestasi juga. Oleh karenanya penulis merekomendasikan beberapa hal, yaitu:

  1. Kepala Sekolah agar lebih semangat, pantang menyerah, sabar menghadapi berbagai karakter  warga sekolah, khususnya guru.
  2. Kepada teman-teman guru agar selalu belajar , tanpa mengenal lelah, agar selalu mendapat informasi yang baru. Serta terus mempertahankan semangat dan menjaga, serta berusaha meningkatkan prestasi sekolah SD Negeri Procot 01.
  3. Kepada seluruh karyawan dan teman-teman Wiyata Bhakti, terus semangat. Allah Swt., melihat pekerjaan kita, dan akan memberi balasan lebih dari apa yang kita kerjakan.
  4. Kepada seluruh orang tua agar berkompetisi secara sehat, untuk dapat masuk ke sekolah ini, tentunya dengan memperhatikan peraturan pemerintah tentang syarat-syarat masuk ke sekolah (SD) secara umum, untuk mencapai pendidikan yang berkeadilan dan persamaan hak bagi setiap warga masyarakat, sesuai dengan amanah UUD 1945 dan UU Sisdiknas yang berlaku sekarang.
  5. Terima kasih.

Rencana Kegiatan Bulan Ramadhan 1434 H / 2013 M

RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN BULAN RAMADHAN TAHUN 1434 H / 2013 M
MASJID AL FATAH, PERUM VILLA SLAWI REGENCY RW 12, DESA TEGALANDONG, LEBAKSIU, TEGAL
               
NO TANGGAL NAMA KEGIATAN WAKTU PENGISI PENANGG. JAWAB PESERTA
MASEHI HIJRIYAH
1 8 JULI 2013. 29 SYA’BAN TARGHIB RAMADHAN BA’DA MAGHRIB S/D SELESAI TPQ & WARGA ARIF SH., ANTON, EKO ANDRI WARGA
2 9 JULI S/D 7 AGUSTUS 2013.  1 – 30 RAMADHAN SHALAT TARAWIH BA’DA SHALAT ‘ISYA UST.SEP / UST. NUR FIKRUL KH., FAKHRU JAMA’AH
3 9 JULI S/D 7 AGUSTUS 2013.  1 – 30 RAMADHAN KULTUM TARAWIH BA’DA SHALAT TARAWIH TERLAMPIR HAFIDZ, FAKHRU JAMA’AH
4 9 JULI S/D 7 AGUSTUS 2013.  1 – 30 RAMADHAN TADARRUS AL QUR’AN BA’DA SHALAT TARAWIH JAMA’AH SIGIT,SEHUDIN, IMAM, TEGUH JAMA’AH
5 9 JULI S/D 2 AGUSTUS 2013.  1 – 25 RAMADHAN KULIAH SHUBUH BA’DA SHALAT SHUBUH UST. SEPUDIN EDI SUSANTO, DWI JAMA’AH
6 9 JULI S/D 2 AGUSTUS 2013.  1 – 30 RAMADHAN TAHSINUL QUR’AN BA’DA SHALAT ‘ASHAR ARIF SH. & ANAK-ANAK SIGIT,SEHUDIN,IMAM JAMA’AH
7 9 JULI S/D 2 AGUSTUS 2013.  1 – 30 RAMADHAN BUKA PUASA BERSAMA ADZAN MAGHRIB JAMA’AH EDI S., TEGUH, KARIJO WARGA
8 24 JULI 2013. 17 RAMADHAN PER. NUZULUL QUR’AN BA’DA SHALAT TARAWIH MENYUSUL YUDO, SHALIHIN JAMA’AH
9 29 JULI S/D 7 AGUSTUS 2013. 21 – 29 RAMADHAN I’TIKAF BA’DA SHALAT TARAWIH JAMA’AH TAUFAN, RIO W., JOKO P. JAMA’AH
10 5 AGUSTUS 2013. 27 RAMADHAN PESANTREN RAMADHAN PUKUL 08.00 S/D SELESAI MENYUSUL ARIF S.H., ANTON SISWA/I SD, SMP, SMA
11 29 JULI S/D 7 AGUSTUS 2013. 21 – 29 RAMADHAN ZAKAT FITRAH PUKUL 21.00 S/D 22.00 WARGA TRI BUDI, SHALIHIN, KHAMAMI,  JAMA’AH
TAUFAN, KETUA RT 01 & 02
12 8 AGUSTUS 2013. 1 SYAWAL SHALAT IDUL FITRI PUKUL 06.15 S/D SELESAI UST. SEP / UST. NUR EDI S., KARIJO, DWI, KHAMAMI JAMA’AH
13 11 AGUSTUS 2013. 4 SYAWAL HALAL BI HALAL PUKUL 19.30 S/D SELESAI MENYUSUL RIAN, YUDHA, KHAFID, FIKRUL KH. WARGA
               
               
               
               
  MENGETAHUI,       LEBAKSIU, 22 JUNI 2013  
  TA’MIR MASJID  ALFATAH   KETUA PANPEL   SEKRETARIS,  
               
               
               
  Drs. ASA FADILLAH   EDI SUSANTO   FAKHRUROJI, S.Pd.I  
               
  \      

Lomba Tata Upacara Sipil Tingkat SD Gugus Ki Mangun Sarkoro Kec. Slawi-Kab. Tegal

Lomba Tata Upacara Sipil Tingkat SD

Gugus Ki Mangun Sarkoro Kec. Slawi-Kab. Tegal

Pagi hari, Senin 22 Mei 2013 dari jauh terlihat keramaian siswa – siswi yang berdatangan dan bererumun di SD Negeri Procot 01, nampak para siswa bersemangat. Tampak pula Bapak / Ibu guru yang berlalu lalang dan menyiapkan tempat, sound system dan segala sesuatunya. Setelah dikonfrirmasi kepada salah satu panitia yaitu Ibu Krisdiana, S.Pd selaku Pelaksana Lomba sekaligus juri, beliau menyampaikan bahwa di Gugus Ki Mangunsarkoro akan diadakan lomba TUS. lomba ini dilaksanakan setiap tahunnya guna memberikan bekal kepada siswa-siswi agar memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme sehingga akan melahirkan generasi-generasi yang memiliki rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia serta menumbuhkan mental disiplin semenjak dini.

Lomba TUS ini diikuti oleh tujuh SD, yang terdiri dari : SD Negeri Procot 01, SD Negeri Procot 02, SD Negeri Procot 03, SD Negeri Procot 02, SD Negeri Kagok 01, SD Negeri Kagok 02 dan  SD Negeri Kagok 03.

Lomba dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2012 sejak pukul 08.00 s.d 11.00, bertempat di lapangan upacara SD Negeri Procot 01.

Kemudian menurut ketua Lomba Bapak Wachidin, S.Pd, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba TUS ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat baru / ruh baru bagi siswa – siswi di lingkungan Gugus Ki Mangunsarkoro agar terbentuk mental yang positif dan menumbuhkan jiwa kebangsaan di kalangan peserta didik sekaligus sebagai  modal awal kebersamaan di Gugus Ki Mangunsarkoro SD Negeri Procot 01.

Setelah mengikuti hiruk pikuk pelaksanaan lomba dengan seksama, satu demi satu regu peserta lomba TUS maju. Terlihat oleh pengunjung kemampuan dari masing – masing wakil SD yang mencoba untuk memperlihatkan aksinya dalam lomba Tata Upacara Sipil ini. Semua peserta terlihat semangat dan maksimal dalam mengikuti lomba.

Setelah semua peserta lomba maju, giliran para juri mengadakan sidang untuk melihat nilai dan menentukan pemenang. Meskipun semua peserta tampil dengan masksimal namun dimkikian juri harus menentukan juaranya untuk mewakili gugus mengikuti lomba TUS tingkat Kecamatan. Setelah juri melakukan rapat dewan juri akhirnya diputuskan peserta dengan nilai tertinggi sebagai juaranya dari SD Negeri Procot 01, disusul juara dua dari SD Negeri Procot 02 dan juara tiga dari SD Negeri Kagok 01.

Alhamdulillah, Lomba Tata Upacara Sipil Tingkat SD Gugus Ki Mangun Sarkoro Kec. Slawi-Kab. Tegal telah dilaksanakan dengan baik dan lancar tanpa menemui kendala yang berarti. Harapannya semoga kedepan bangsa Indoneaia mempunyai kader – kader muda yang berprestasi, mempunyai jiwa kepemimpinan, kejujuran dan cinta tanah air “Indonesia”.

Fakhruroji, S.Pd.I

Penulis adalah Guru SD Negeri Procot 01 dan Mahasiswa Pascasarjana (S2) PAI UNWAHAS Semarang

  • Artikel tersebut telah dikirimkan pada harian Suara Merdeka (Tilik Kampung) pada hari Rabu, 22 Mei 2013
  • Artikel tersebut telah dikirimkan pada facebook pada hari Rabu, 22 Mei 2013

Menerapkan Kedisiplinan Siswa dengan Pendekatan Akhlaqul Karimah

Menerapkan Kedisiplinan Siswa dengan Pendekatan Akhlaqul Karimah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

          Alhamdulillah, Washalatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi washahbihi wa man walah, lahaula wala quwwata illa billah.

Faqad qalallahu ta’ala fil qur anil karim, a’udzu billahi minasyaithanirrajiim. “Innashashalata kanat ‘alal mu’miniina kitabam mauquuta.” Wa qala Nabiyyu shalallahu ‘alaihi wasallam. “Inama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq.”

Kepada yang terhormat dewan juri lomba Tata Upacara Sipil (TUS), serta anak – anakku yang berbahagia.

Pertama – tama marilah kita memanjatkan puja serta puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai kenikmatan, dengan rahmat, hidayah serta inayahnya, alhamdulillah kita dapat mengikuti lomba TUS pada hari ini.

Shalawat serta salam kita sanjungkan kepada beliau qudwah hasanah kita baginda agung Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang yakni agama Islam.

Hadirin yang berbahagia…

Disiplin merupakan bagian dari akhlaq terpuji dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh setiap warga masyarakat diamanapun ia berada, dari mulai lingkungan yang terkecil sampai yang terbesar.

Disiplin harus dimiliki oleh setiap anggota masyarakat sehingga akan terjadi masyarakat yang tertib, aman dan mematuhi tata aturan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

Sebagai siswa sudah seyogyanya menerapkan disiplin yang sesuai dengan peraturan di sekolahnya. Diantara contoh disiplin yang harus dimiliki oleh siswa adalah : tepat waktu hadir di sekolah, seorang siswa akan dikatakan memiliki disiplin yang tinggi apabila diantaranya datang ke sekolah sebelum bel masuk atau sebelum jam tujuh, hal ini dimaksudkan agar siswa ada persiapan sebelum pelajaran dimulai dan lebih siap secara kejiwaan untuk menerima ilmu yang akan dibahas pada hari itu. Jika kedisiplinan ini telah diterapkan oleh siswa semenjak kecil maka percayalah bahwa kebaikan ini akan terus melekat dan berpengaruh positif terhadap prestasi sekolah, dan kelak akan menjadi kebiasaan positif setelah dewasa terutama ketika kalian harus melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketepatan waktu dan penyelesaian yang segera.

Berbicara kedisiplinan sesungguhnya Islam telah mendidik dan mengajar umatnya dengan berbagai ibadah yang telah disyariatkannya, seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Shalat lima waktu misalnya, sebagaimana kita ketahui bahwa shalat sudah ada aturannya, baik dalam waktu pelaksanaan maupun dalam tata cara pelaksanaannya. Oleh karenanya jika kita semenjak kecil telah terbiasa dengan melaksanakan shalat lima waktu maka insya Allah kita akan menjadi pribadi yang disiplin, tertib dengan peraturan dan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

Anak – anakku, semoga dengan kita mengamalkan sikap kedisiplinan tersebut, kelak bangsa Indonesia akan menjadi Negara yang baldatun, thayyibatun wa rabbun ghaffur: Negara yang aman, adil, makmur dan sejahtera lahir dan bathin. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Demikian yang dapat Bapak sampaikan semoga bermanfaat.

Kurang lebihnya minta maaf.

Wallahul muwafik ila akwamitharik.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pembina Upacara,

Fakhruroji, S.Pd.I

  • Disampaikan saat menjadi Pembina Upacara SDN Procot 01 pada Lomba TUS Tingkat Gugus Kec. Slawi, Kab. Tegal-Jawa Tengah.

Tahun Baru Semangat Baru Bagi Guru

Tanggal 1 Januari 2013 adalah momen penting bagi seluruh umat di dunia. Tanggal ini menandai telah berakhirnya tahun 2012 dan sebagai tanda datangnya tahun baru 2013. Pergantian tahun artinya mengganti sebuah lembaran lama menjadi lembaran baru. Datangnya  tahun baru dapat dijadikan sebagai wahana untuk merenung (mengintrospeksi diri) tentang masa yang telah lalu, lalu dijadikan sebagai batu pijakan yang kuat bagi setiap diri untuk melakukan hal – hal baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Bagi para guru tahun baru mempunyai arti tersendiri. Mereka yang berprofesi sebagai guru mengemban tugas mulia yakni mengajar, membimbing, mendidik dan mengevaluasi sebuah proses pembelajaran yang merupakan rutinitas tidak terpisahkan. Tahun baru kali ini bagi guru sangat menarik karena bersamaan dengan awal masuk pembelajaran semester dua. Hal ini juga menjadi penyemangat bagi para guru dalam membimbing siswa – siswinya agar lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dan diharapkan kedepan mampu mengukir prestasi yang lebih baik.

Dengan kurikulum yang baru pula para guru dituntut optimal dan hendaknya senantiasa mencoba untuk meningkatkan kemampuan secara berkesinambungan agar dapat menyelaraskan terhadap perkembangan zaman yang senantiasa berubah dan kian modern. Guru diharapkan sesegera mungkin beradaptasi dengan kurikulum yang baru agar mampu mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menyempurnakan KTSP, sebuah kurikulum yang menurut  Mendikbud Muhammad Nuh adalah sebuah kurikulum yang dirancang sedemikian rupa untuk mencetak sebuah generasi masa depan yang diharapkan mampu bersaing dengan bangsa – bangsa disekitarnya, lebih cakap dalam ilmu pengetahuan, mampu menyampaikan aspirasinya dan berani menghadapai tantangan zaman yang lebih beragam.

Guru yang baik tentunya akan segera mengambil sikap dan langkah agar derap kemajuan yang semakin cepat dapat diimbangi dengan kemampuannya, mereka akan berusaha mencari bahan pengetahuan yang memadai untuk menyesuaikan dengan kurikulum yang telah diberlakukan di tahun 2013 ini. Ibarat seorang prajurit yang ditugaskan berperang yang melengkapi dirinya dengan peralatan dan senjata yang lengkap untuk menghadapi musuh yang mempunyai peralatan dan senjata yang canggih. Dengan demikian gurupun harus mempersenjatai dirinya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan agar tidak gagap dengan kurikulum terbaru dan nyaman dalam mendidik putra – putrinya. Selamat tahun baru dan salam semangat untuk Guru se-Indonesia.

 

 

Fakhruroji, S.Pd.I

Guru SDN Procot 01, Kec. Slawi, Kab. Tegal.